Monday, August 15, 2011

Inilah Akhir Perdebatan Punahnya Dinosaurus



Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.

Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.

Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun.

Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan  the Tertiary).

Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.

Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. “Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan,” ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.

Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. “Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi,” kata Lyson.

Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.

Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society. 



Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/232915-kelar--perdebatan-seputar-punahnya-dinosaurus

Singa Berselera Makan Manusia Setelah Purnama


Mayoritas serangan terjadi sekitar waktu Magrib hingga pukul 10 malam.
Ternyata selera makan singa Afrika terhadap daging manusia semakin besar, setelah terjadinya bulan purnama (full moon). Hal itu terungkap dari riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal online Public Library of Science ONE. 
Riset ini meneliti 500 kasus serangan singa Afrika terhadap manusia, yang terjadi di pedesaan di Tanzania antara 1988 dan 2009. Dari hasil riset, ternyata lebih dari dua per tiga korban manusia yang disergap si raja hutan, dibunuh dan dimakan.
Mayoritas serangan terjadi sekitar waktu Magrib (saat matahari terbenam) hingga pukul 10 malam, di saat bulan sudah tidak lagi menunjukkan cahaya yang terang. 
Seperti dikutip dari Sidney Morning Herald, waktu paling berbahaya bagi manusia adalah ketika jam-jam aktif singa setelah matahari terbenam, terutama saat hari-hari setelah bulan purnama.  
 Pola itu ditemukan ketika para peneliti mengkategorikan serangan-serangan berdasarkan fase bulan. Sepertiga serangan lebih sering terjadi selama paruh terakhir siklus hari, di mana hanya ada sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada cahaya bulan. 
"Bahaya menurun di malam-malam di mana bulan semakin terang, dengan jumlah serangan yang sangat sedikit terjadi pada malam-malam sebelum bulan purnama," tulis jurnal hasil penelitian tersebut.
Setelah bulan purnama lewat, bahaya meningkat ketika singa yang lapar beroperasi di tengah gelap, pada malam-malam sisa siklus bulan. Serangan singa juga akan meningkat selama musim hujan ketka bulan tertutup oleh awan.



Gurame Kecanduan Coklat

 Staf aquarium berhasil menyapih seekor ikan gurame yang kecanduan cokelat dan membuatnya mengonsumsi makanan yang lebih sehat bagi ikan sebangsanya. Sebelumnya, gurame yang malang itu selalu diberi makan Kit Kat oleh pemiliknya.

Awalnya, staf dari Sea Life London Aquarium bingung oleh kelakuan ikan berbobot seberat 4 kilogram itu yang menolak untuk makan sampai akhirnya mereka mendapati bahwa ikan itu tidak pernah diberi makan apapun selain cokelat.

Tim pengamat kemudian memadatkan serpihan Kit Kat ke dalam anggur agar Gary, gurame berukuran panjang 40 centimeter itu mau ‘beristirahat’ dari pola makannya yang biasa.

“Saya tidak pernah mendengar ikan diberi makan cokelat, apalagi dibesarkan sepenuhnya dengan makanan itu,” kata Rebecca Carter, petugas yang ditugaskan untuk menangani Gary, seperti dikutip dari Sky News, 7 Agustus 2011.

Carter menyebutkan, gurame umumnya memakan buah. “Tetapi untungnya Gary tidak tampak mengalami penyakit akibat kecanduan cokelat,” ucapnya. “Akan tetapi, kami tidak merekomendasikan pemilik ikan untuk memberi makan makanan seperti ini,” ucapnya.

Sayangnya, Gary bukanlah satu-satunya hewan yang memiliki pola hidup yang aneh diserahkan ke pusat penangkaran hewan itu oleh pemiliknya.

Di dekat kandang Gary, tinggal Ed, seekor ikan lele yang memutuskan untuk bersikap seperti kucing. Ed hanya mau makan makanan yang disuapi dengan tangan ke mulutnya dan sambil ditepuk-tepuk kepalanya. Ed juga belajar menyerang ikan lain yang berupaya mencuri makanannya.

Staf aquarium menyebutkan, pola makan Gary dan Ed yang aneh merupakan masalah yang serius. “Banyak orang yang tidak melakukan penelitian terlebih dulu saat mereka akan memelihara ikan. Akhirnya, mereka tidak mampu merawat mereka dengan baik,” kata Carter.

”Kami senang bisa memberikan tempat bagi Gary, tetapi faktanya, kami tidak punya tempat yang cukup luas untuk menampung banyaknya permintaan pemilik hewan yang ingin menyerahkan peliharaannya,” ucap Carter.



Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/238853-kasihan--gurame-ini-kecanduan-cokelat

Wednesday, July 13, 2011

Alkhohol Dan Janin



Apakah kebiasan ibu hamil mengonsumsi minuman beralkohol berdampak pada janin? Ya, tahun 1986 seorang dokter asal Perancis, P.Lemoine menemukan hubungan kelainan yang diderita 127 balita selama hamil, disebut Fetal Alkohol Syndrome (FAS) .

Pakar kesehatan mengimbau agar perempuan menghentikan konsumsi alkohol selama kehamilan. Anjuran ini didasarkan pada temuan studi yang mengungkap bahwa minum berlebih sangat membahayakan perkembangan janin.

Saat hamil, bayi Anda tumbuh di dalam Anda. Makanan dan minuman yang Anda konsumsi mempengaruhi bayi Anda. Mengonsumsi alkohol bisa mengganggu pertumbuhan bayi seperti gangguan fisik dan tingkah laku yang permanen.

Jenis apa saja yang bisa mengganggu? Semua minuman yang mengandung alkohol, termasuk bir, anggur, atau jenis minuman keras lainnya bisa mengganggu bayi. Segelas anggur, sekaleng bir, dan minuman campuran mempunyai kadar alkohol yang hampir sama.


Bagaimana dengan minum berlebih sekali-sekali? Orang yang minum berlebih pada Jumat atau Sabtu malam, seperti diuraikan di situs womanfitness.com, menimbulkan efek yang hampir sama seriusnya dengan mereka yang minum teratur setiap hari.

Perempuan yang terus minum setelah menyadari kehamilan, khususnya dalam jumlah besar, termasuk minum hingga mabuk, bisa meningkatkan risiko kematian janin.






Alkohol pada makanan, apakah berbahaya?
Sejauh ini yang diteliti hanya minuman berakhol. Belum ada penelitian terhadap alkohol di makanan. Belum ada kesepakatan di kalangan ahli tentang jumlah alkohol yang aman dikonsumsi ibu hamil. Ada yang menyatakan aman bila hanya minum sesekali, ada juga yang sama sekali melarang. Yang menyatakan aman misalnya Dr.Jaquez Moritz, Direktur Departemen Kebidanan dan Kandungan di RS Mount Sinai New York,menyebutkan 14-15% ibu hamil di AS minum alkohol sekali seminggu. Asal tidak setiap hari, menurutnya tidak mempengaruhi janin.

Sementara itu, Steven Gans, MD, dalam artikel “If You’re Drinking, Your Baby Is Too,” ia meyakini setetes alkohol yang diminum ibu hamil tetap menyebabkan risiko cacat janin. Persatuan Dokter kandungan AS juga tegas menyatakan ibu hamil dilarang minum alkohol meski setetes, alias harus zero point.


Pengaruh Buruk Alkohol Bagi Janin
Minum berlebih hingga mabuk bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti:

* Gangguan perkembangan saraf
* Penurunan IQ verbal
* Memicu kecenderungan perilaku suka melanggar pada anak, gangguan belajar dan penurunan performa akademik


Selain itu, gangguan paling berat yang dipicu oleh alkohol adalah fetal alcohol syndrome (FAS). FAS adalah pola cacat fisik dan mental yang berkembang pada beberapa bayi yang belum lahir karena ibu mereka terlalu banyak minum alkohol selama kehamilan.

Menurut Missouri Department of Mental Health, berikut daftar gangguan yang bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol selama kehamilan:

# Ukuran dan berat badan rendah

# Gangguan perkembangan

# Cacat tulang rusuk dan tulang dada

# Tulang belakang melengkung dan dislokasi pinggul

# Jari kaki atau tangan bengkok, berselaput atau tidak lengkap

# Keterbatasan gerak persendian

# Ukuran kepala kecil

# Kelainan wajah

# Munculnya selaput kulit antara mata dan pangkal hidung

# Kelopak mata turun

# Mata rabun

# Mata susah bergerak ke arah yang sama

# Hidung agak naik

# Tulang hidung cekung

# Tidak ada alur antara hidung dan bibir atas

# Bibir atas tipis

# Pembukaan di langit-langit mulut

# Rahang kecil

# Bentuk telinga tidak normal

# Kelainan pada organ

# Cacat jantung

# Cacat alat kelamin

# Cacat ginjal dan saluran kencing

# Cacat sistem saraf pusat

# Otak kecil

# Susunan sel-sel otak dan jaringan penghubung yang tidak sempurna
# Keterbelakangan mental

# Gangguan belajar

# Tingkat konsentrasi rendah

# Hiperaktif di masa anak-anak

# Koordinasi tubuh, tangan, dan jari yang buruk

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9505825