Wednesday, July 13, 2011

Alkhohol Dan Janin



Apakah kebiasan ibu hamil mengonsumsi minuman beralkohol berdampak pada janin? Ya, tahun 1986 seorang dokter asal Perancis, P.Lemoine menemukan hubungan kelainan yang diderita 127 balita selama hamil, disebut Fetal Alkohol Syndrome (FAS) .

Pakar kesehatan mengimbau agar perempuan menghentikan konsumsi alkohol selama kehamilan. Anjuran ini didasarkan pada temuan studi yang mengungkap bahwa minum berlebih sangat membahayakan perkembangan janin.

Saat hamil, bayi Anda tumbuh di dalam Anda. Makanan dan minuman yang Anda konsumsi mempengaruhi bayi Anda. Mengonsumsi alkohol bisa mengganggu pertumbuhan bayi seperti gangguan fisik dan tingkah laku yang permanen.

Jenis apa saja yang bisa mengganggu? Semua minuman yang mengandung alkohol, termasuk bir, anggur, atau jenis minuman keras lainnya bisa mengganggu bayi. Segelas anggur, sekaleng bir, dan minuman campuran mempunyai kadar alkohol yang hampir sama.


Bagaimana dengan minum berlebih sekali-sekali? Orang yang minum berlebih pada Jumat atau Sabtu malam, seperti diuraikan di situs womanfitness.com, menimbulkan efek yang hampir sama seriusnya dengan mereka yang minum teratur setiap hari.

Perempuan yang terus minum setelah menyadari kehamilan, khususnya dalam jumlah besar, termasuk minum hingga mabuk, bisa meningkatkan risiko kematian janin.






Alkohol pada makanan, apakah berbahaya?
Sejauh ini yang diteliti hanya minuman berakhol. Belum ada penelitian terhadap alkohol di makanan. Belum ada kesepakatan di kalangan ahli tentang jumlah alkohol yang aman dikonsumsi ibu hamil. Ada yang menyatakan aman bila hanya minum sesekali, ada juga yang sama sekali melarang. Yang menyatakan aman misalnya Dr.Jaquez Moritz, Direktur Departemen Kebidanan dan Kandungan di RS Mount Sinai New York,menyebutkan 14-15% ibu hamil di AS minum alkohol sekali seminggu. Asal tidak setiap hari, menurutnya tidak mempengaruhi janin.

Sementara itu, Steven Gans, MD, dalam artikel “If You’re Drinking, Your Baby Is Too,” ia meyakini setetes alkohol yang diminum ibu hamil tetap menyebabkan risiko cacat janin. Persatuan Dokter kandungan AS juga tegas menyatakan ibu hamil dilarang minum alkohol meski setetes, alias harus zero point.


Pengaruh Buruk Alkohol Bagi Janin
Minum berlebih hingga mabuk bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti:

* Gangguan perkembangan saraf
* Penurunan IQ verbal
* Memicu kecenderungan perilaku suka melanggar pada anak, gangguan belajar dan penurunan performa akademik


Selain itu, gangguan paling berat yang dipicu oleh alkohol adalah fetal alcohol syndrome (FAS). FAS adalah pola cacat fisik dan mental yang berkembang pada beberapa bayi yang belum lahir karena ibu mereka terlalu banyak minum alkohol selama kehamilan.

Menurut Missouri Department of Mental Health, berikut daftar gangguan yang bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol selama kehamilan:

# Ukuran dan berat badan rendah

# Gangguan perkembangan

# Cacat tulang rusuk dan tulang dada

# Tulang belakang melengkung dan dislokasi pinggul

# Jari kaki atau tangan bengkok, berselaput atau tidak lengkap

# Keterbatasan gerak persendian

# Ukuran kepala kecil

# Kelainan wajah

# Munculnya selaput kulit antara mata dan pangkal hidung

# Kelopak mata turun

# Mata rabun

# Mata susah bergerak ke arah yang sama

# Hidung agak naik

# Tulang hidung cekung

# Tidak ada alur antara hidung dan bibir atas

# Bibir atas tipis

# Pembukaan di langit-langit mulut

# Rahang kecil

# Bentuk telinga tidak normal

# Kelainan pada organ

# Cacat jantung

# Cacat alat kelamin

# Cacat ginjal dan saluran kencing

# Cacat sistem saraf pusat

# Otak kecil

# Susunan sel-sel otak dan jaringan penghubung yang tidak sempurna
# Keterbelakangan mental

# Gangguan belajar

# Tingkat konsentrasi rendah

# Hiperaktif di masa anak-anak

# Koordinasi tubuh, tangan, dan jari yang buruk

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9505825

Thursday, June 30, 2011

Pecandu Narkoba Banyak Berawal dari Kecanduan Rokok

img
foto: Thinkstock
 
Los Angeles, Kecanduan alkohol dan obat terlarang pada remaja berhubungan erat dengan kebiasaan merokok. Diyakini 1 dari 4 pecandu narkoba berawal dari kecanduan rokok, sementara 90 persen di antaranya mulai kecanduan sejak di bawah umur 18 tahun.

Penelitian terbaru yang dilakukan National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) menunjukkan 90 persen pecandu narkoba (narkotika dan bahan bebahaya) di Amerika Serikat mulai kecanduan sebelum usai 18 tahun. Artinya masa SMA paling rentan penyalahgunaan narkoba.

Menariknya, 1 dari 4 pecandu atau 25 persen mulai mencoba-coba narkoba sejak mengenal rokok. Karena itu, para ahli di CASA sepakat bahwa kebiasaan merokok pada anak remaja bisa menjadi indikator paling kuat untuk memprediksi penyalahgunaan narkoba di kemudian hari.

Dalam penelitian yang melibatkan 17.809 remaja berusia di atas 12 tahun ini, terungkap bahwa remaja yang merokok lebih rentan penyalahgunaan berbagai jenis narkoba. Risiko kecanduan ganja lebih tinggi 7 kali lipat, kokain 14 kali lipat dan heroin 16 kali lipat.

Untuk sekedar coba-coba, remaja di usia 12-15 tahun yang merokok 44 kali lebih rentan mengenal heroin dibandingkan yang tidak merokok. Pengaruh rokok di usia ini 2 kali lebih besar dibandingkan usia 50 tahun ke atas, dalam kaitannya dengan penyalahgunaan heroin.

"Otak masih berkembang hingga umur 25 tahun. Jika pada masa itu otak sudah mengenal nikotin, rokok akan jadi pintu gerbang untuk kecanduan senyawa lain khususnya alkohol dan obat terlarang," ungkap Dr Stanton Glantz dari University of California seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Kamis (30/6/2011).

Kokain, serbuk putih yang berasal dari tanaman coca (Erythroxylum coca) merupakan jenis narkoba paling banyak disalahgunakan di kalangan perokok. Karena belakangan jumlah perokok di kalangan SMA meningkat, diyakini pengguna kokain di masa depan juga akan bertambah.

http://www.detikhealth.com/read/2011/06/30/151659/1671881/763/pecandu-narkoba-banyak-berawal-dari-kecanduan-rokok?ld991103763

Huang si 'Perempuan Kertas', yang Kulitnya Bisa Dibuat Huruf

img
(dok. chinadaily)
 
Beijing, Menulis di kulit tubuh dengan pulpen itu sudah biasa. Tapi seorang perempuan yang mengidap penyakit kulit langka tinggal mencoret-coret kulitnya dengan kuku untuk membuat sebuah tulisan.

Anda mungkin tidak percaya bila kulit tubuh bisa dijadikan sebagai media untuk menulis? Tapi kejadian tersebut benar-benar dialami seorang nenek yang bisa menulis di tubuhnya sendiri dengan menggunakan kuku.

Kasus nenek bernama Huang Xiangji pertama kali terpublikasi tahun 2008. Seperti dilansir ChinaDaily, nenek Huang sudah mengalami kelainan kulit langka ini sejak kecil.

Oleh tim medis nenek Huang diidentifikasikan menderita sindrom artificial urticaria yang merupakan kelainan kulit langka.

Apapun yang dicoret di kulitnya dapat membekas termasuk kata-kata yang ditulisnya dengan lembut menggunakan kuku, sampai-sampai ia dijuluki 'buku berjalan'. Tubuh nenek yang kini berusia 52 tahun ini dipenuhi dengan puisi dan catatan.

"Kondisi ini sangat berguna karena saya bisa menggunakan tangan saya untuk menuliskan daftar belanjaan," jelas Huang, nenek yang dijuluki 'wanita kertas', seperti dilansir Chinadaily, Selasa (5/10/2010).

Seorang spesialis kulit di Chinese Medical Association mengaku terkejut melihat kondisi ini. Ia mengatakan bahwa nenek ini tidak mengalami efek yang buruk meskipun kondisi yang dialaminya sangat aneh.

"Saya mencoba menulis di kulitnya menggunakan jari, huruf-huruf itu kemudian menonjol dari kulitnya beberapa saat kemudian," ujar Sandra Hsu, spesialis kulit dari Chinese Medical Association.

Hsu mengatakan nenek Xiangji mengaku bahwa ia telah menggunakan tubuhnya sendiri sebagai buku selama bertahun-tahun. "Nenek itu bahkan tidak memerlukan pena dan kertas untuk menulis," ungkap Hsu.

Menurutnya, gangguan kulit urticaria memang sering terjadi, tetapi kondisi yang memungkinkan penderitanya dapat menulis di kulit sendiri sangatlah jarang.

"Kondisi ini pada dasarnya adalah alergi, tetapi kondisi kulit yang menjadi begitu sensitif hingga dapat dijadikan buku berjalan sangatlah tidak biasa," tambah Hsu.

Sampai saat ini, belum ada data yang jelas yang menunjukkan jumlah pasien yang menderita kelainan kulit artificial urticaria

Sumber : http://www.detikhealth.com/read/2010/10/05/191456/1456409/763/huang-si-perempuan-kertas-yang-kulitnya-bisa-dibuat-huruf?ld991107763

Hati-hati Bikin Tatto! Warna Tertentu Lebih Berbahaya

img



Tatto Glasgow Ranger
Glasgow, Akibat sembarangan bikin tatto, seorang pria di Glasgow Skotlandia mengalami pembengkakan limpa. Menurut dokter, kondisi ini dipicu oleh warna tinta yang digunakannya yakni merah, biru dan hitam. Seandainya pakai warna hijau, pria ini lebih aman.

Pria 23 tahun yang tidak disebutkan namanya ini merupakan penggemar berat klub sepakbola Glasgow Ranger, sampai-sampai rela membuat tatto bergambar logo klub tersebut di dadanya. Kebetulan, warna dominan pada logo Ranger adalah biru dan merah, dengan hitam sebagai bingkainya.

Siapa sangka, gara-gara tatto tersebut pria ini harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan karena mengalami pembengkakan kelenjar limpa di ketiak dan selangkangan. Lokasinya memang agak jauh dari dada tempat tatto itu terpahat sehingga tak ada yang menyangka keduanya saling berhubungan.

Awalnya dokter mengira pembengkakan itu terjadi karena kanker sehingga langsung melakukan pemeriksaan agar bisa diantisipasi sedini mungkin. Di rumah sakit, pria yang berprofesi sebagai petinju amatir ini langsung disarankan untuk menjalani pemeriksaan darah.

Namun dalam pemeriksaan sel darah, dokter menemukan bercak-bercak pigmen (zat warna) gelap yang mengotori darah. Oleh karena itu dokter menduga, pembengkakan terjadi karena zat warna yang digunakan dalam pembuatan tatto berupa logo Glasgow Ranger.

Pembengkakan limpa ini mengakibatkan fungsi imunitas atau sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit. Karena bereaksi dengan zat warna tertentu yang digunakan dalam tatto, kelenjar ini menjadi tidak optimal dalam memproduksi sel-sel imun.

Kasus langka ini kemudian dipelajari oleh 3 ahli hematologi di Skotlandia, yakni Mike Leach, Robert Jackson dan Edward J Fitzsimon. Dalam laporannya di British Journal of Haematology, ketiganya menyimpulkan bahwa pembengkakan itu memang dipicu oleh zat warna hitam, hijau dan merah.

"Kebetulan kota Glasgow punya 2 klub sepakbola, Ranger dan Celtic. Risiko pembengkakan kelenjar limpa pada suporter Celtic ternyata lebih rendah karena logo tim itu berwarna hijau," tulis para peneliti dalam laporannya, seperti dikutip dari The Sun, Senin (21/2/2011).

Temuan ini menyiratkan bahwa tatto yang dibuat dengan warna hijau lebih aman dari risiko pembengkakan kelenjar limpa. Namun bagi suporter fanatik Glasgow Ranger, tatto hijau yang identik dengan logo klub lawan yakni Glasgow Celtic tentu bukan pilihan menarik

Sumber : http://www.detikhealth.com/read/2011/02/21/100959/1574830/763/hati-hati-bikin-tatto-warna-tertentu-lebih-berbahaya?ld991107763